ketika usia di bumi telah berkurang 18 tahun lebih 26 hari ….
satu kesempatan besar yang ALLAH berikan untuk saya menikmati hidup di dunia ini sampai usia 18 tahun. Satu kata yang hanya bisa saya ucapkan saat ini adalah alhamdulillah. Segala pujian hanya milikNya atas hak hidup yang Dia telah berikan kepada saya.
18 tahun, bukan waktu yang singkat untuk hidup. Di dalamnya pernah ada tangisan termehek-mehek, kekecewaan, marah, bingung, ketawa, dan juga dunia merah jambu. Tapi agaknya merah jambu bukan menjadi hal yang perlu dibicarakan saat ini. J karena ada yang lebih penting daripada dunia merah jambu.
Innalillah, astagfirullah !
dua kata yang akan selalu keluar dari lisan ini ketika menghadapi seabrek permasalahan dan hal yang pastinya tidak ingin ditemui. Hampir setiap kata ini keluar, selalu ada tangisan dari mata yang penuh dosa ini. Tangisan yang di dalamnya penuh dengan kekecewaan, kesedihan, kegetiran dan kemarahan. Tak jarang pula, tangisan ini berisi ketidakpuasan saya atas keputusan ALLAH. Sungguh hal yang sangat buruk untuk menyesali titahNya.
Namun, sering tangisan inilah yang menjadi tumpuan diri penuh khilaf untuk meluruhkan segala dosa yang ada. Tangisan yang dikeluarkan ketika merasa diri kita hanyalah sebutir debu di hamparan padang pasir yang memiliki banyak keterbatasan dan hanya memasrahkan segala sesuatunya kepadaNya. Air mata yang hanya jatuh ketika hati ini benar-benar tertuju untuk mengharap ridhoNya. Sayangnya, sangat jarang bagi saya untuk meneteskan air mata suci itu. Hfh
Alhamdulillah, subhanallah, allahuakbar !
Tiga kata yang selalu terlontar ketika menemui hal-hal yang menakjubkan dan sangat menggembirakan. Tiga kata ini akan selalu dibarengi dengan sebuah senyuman indah dari siapa saja yang menyebutnya. Sayangnya, diri penuh khilaf ini terkadang lupa untuk menyerapi makna kata-kata tersebut. Hanya senang pada saat itu, lalu menuntut hal yang lebih dari itu tanpa ada usaha maksimal. Hanya sebatas kata tanpa makna berarti. Esensi syukur yang seharusnya muncul dari dalam diri ini hilang begitu saja tanpa bekas. Padahal nikmatNya begitu banyak, “maka nikmat Tuhanmu yang manakkah yang akan kamu dustakan?” ! ayat yang membuat saya terdiam akan ketidakbersyukuran saya selama hidup.
Dan pada akhirnya …………………..
alhamdulillah .
Ucapan yang memang sepatutnya ditujukan untukNya atas cintaNya dan penjagaanNya sampai saat ini. Terima kasih ALLAH ! J
HambaMu kini genap berusia 18 tahun. Rasanya belum ada satu hal pun yang ia berikan untuk agamanya. Jika merenungi waktu yang lalu,ingin sekali kembali ke masa itu untuk memperbaiki semuanya, kembali meluruskan niat lillahi ta’ala. Ketika hari terus berganti, diri ini pun tersadar akan banyaknya dosa selama hidup. Dosa yang entah sampai kapan dapat terhapus. Satu hal yang dapat dilakukan diri ini hanyalah terus berlari mengejar keridhoanNya dengan terus memperbaiki diri dari waktu ke waktu. Semoga ALLAH mengabulkan dan meridhoi keinginan diri yang masih penuh khilaf ini.
SAUT BOANGMANALU said,
January 17, 2010 @ 4:11 pm
TERIMAKASIH INFORMASI DAN TULISANNYA. KUNJUNGI JUGA SEMUA TENTANG PAKPAK DI GETA_PAKPAK.COM
http://boeangsaoet.wordpress.com